JAWA TIMUR

Balai Membuat Sodetan Alirkan Air Waduk Pacal

kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo.

Jawakini.com, Bojonegoro – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, membuat sodetan untuk mengalirkan air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melalui saluran pelimpas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Rabu (14/3/2018), menjelaskan pembuatan sodetan di saluran pelimpas dilakukan untuk mengurangi debit air Waduk Pacal yang masih terus bertambah.

“Pengerjaan pembuatan sodetan dilakukan dengan memanfaatkan satu peralatan “backhoe” sejak sehari lalu,” ucapnya.

Ia menyebutkan ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal terus bertambah hingga mencapai ketinggian pada papan duga 116 meter dengan kapasitas lebih dari 30 juta meter kubik.

“Batas aman ketinggian air waduk 113,6 meter,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, air Waduk Pacal harus dikurangi, sebab kalau tidak dikurangi, bisa membahayakan bendungan Waduk Pacal yang dibangun Belanda pada 1933.

“Kalau bendungan jebol bisa terjadi banjir bandang,” ujarnya.

Ia memberikan gambaran Waduk Situ Gintung yang pernah jebol kapasitasnya hanya 1,5 juta meter kubik, sedangkan Waduk Pacal sekarang terisi air lebih dari 25 juta meter kubik.

“Kalau bendungan waduk jebol maka banjir bandang bisa melanda sejumlah kecamatan,” ucapnya menegaskan.

Sementara ini, kata dia, pintu pengeluaran utama Waduk Pacal, macet tidak bisa dibuka akibat tertutup lumpur, ditambah di depannya di saluran pengeluaran juga tertutup tanah longsor.

“Pengerjaan pembersihan tanah longsor yang menutup saluran pengeluaran masih berjalan dengan memanfaatkan dua alat “backhoe”,” kata dia menjelaskan.

Ia memperkirakan petugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Solo, dalam membersihkan tanah longsor yang menutup saluran pengeluaran membutuhkan waktu lima hari, karena tanah yang menutup saluran pengeluaran cukup banyak.

“Air yang dikeluarkan melalui saluran pengeluaran hanya 1 meter kubik per detik, melalui dua pintu. Sebab pintu utama macet tidak bisa dibuka,” ujarnya.

Mantri Pengairan Dinas Pengairan Kecamatan Temayang, Bojonegoro Imam Musholi, menjelaskan diketahuinya tanah longsor sepanjang 10 meter yang menutup saluran pengeluaran yang berjarak sekitar 100 meter dari pintu utama tiga hari lalu. (sas)