JAWA TENGAH

LSM Pertanyakan Pembangunan Gedung TK di Karangpucung

Jawakini.com, Cilacap – LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) LKPK PANRI mempertanyakan material yang terpasang untuk pembangunan gedung TK Darussalam di Desa Bengbulang Kecamatan Karangpucung, Cilacap.

Pasalnya material yang dipasang seperti kusen jendela dan pintu bukan material baru.”Kami mempertanyakan material yang terpasang di salah satu gedung TK milik yayasan Darussalam. Solanya, kayu kusen jendela dan pintu yang terpasang adalah kayu bekas,” kata Bambang Purwanto Ketua LSM LKPK PANRI Kabupaten Cilacap ketika dilokasi proyek, Rabu, (10/1/2018).

Selain itu, lanjut Bambang, berdasarkan informasi dari masyarakat untuk wali murid TK Darussalam dimintai bantuan dana Rp 150.000,- per siswa untuk membeli bambu yang digunakan untuk penahan genteng. Padahal dana yang turun dari alikasi dana hibah untuk pembangunan gedung tersebut menurut informasi yang Iya dapat sebesar 50 juta.

Bambang juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana itu, pasalnya informasi yang berhasil Dia kumpulkan tidak adanya papan kegiatan selama proyek berjalan.”Ini kan dana dari pemerintah, seharusnya ada informasi transparansi untuk masyarakat dengan minimal memasang papan kegiatan proyek,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, patut dipertanyakan penggunaan dananya. Agar masyarakat benar – benar paham dengan jelas kegiatan pengerjaan fasilitas pendidikan yang menggunakan uang pemerintah ini.

Dikonfirmasi dikantornya, Sutejo Kepala Desa Bengbulang yang ikut melakukan tanda tangan dalam proses pembuatan Laporan Pertanggungjawaban pengerjaan proyek tersebut membenarkan adanya matrial bekas yang terpasang.

“Yang saya tahu memang gedung TK itu menggunakan kusen bekas, tapi untuk pengerjaannya saya tidak tahu prosesnya. Dan informasi dari masyarakat memang tidak terpasang papan kegiatan proyek,” jelasnya. (gus)