JAWA BARAT

Terkait Bankeu, Janji Bupati Hanya Angin Surga

Jawakini.com, Megamendung – Warga selatan Kabupaten Bogor, tagih janji bupati yang akan mengucurkan dana bantuan keuangan (Bankeu) untuk membuka akses jalan lingkar utara. Sebab, hingga saat ini Bankeu yang dijanjikan Bupati Bogor, Nurhayanti hanya angin surga.

Sebelumnya, bupati pernah menjanjikan akan mencairkan Bankeu untuk empat desa yang ada di Kecamatan Megamendung, yakni Desa Pasir Angin, Cipayung Datar, Cipayung Girang dan Megamendung sebesar Rp.1 miliar pada akhir 2017 lalu. Namun, dana yang diperuntukkan untuk membuka akses jalan lingkar utara sebagai jalan alternatif menuju kawasan wisata Puncak Cisarua itu, hingga saat ini belum juga diterima semua desa.

Parahnya lagi, saat melaksanakan launching pelayanan Paten online di Kecamatan Megamendung, Bupati Bogor, Nurhayanti enggan memberikan komentar apapun terkait Bankeu tersebut dan terkesan menghindar dari pertanyaan awak media.

Sementara, warga di empat desa yang sudah bersusah payah membuka akses jalan lingkar, sangat berharap Bankeu yang sudah dijanjikan itu cair secepatnya agar bisa dilakukan pembangunan.

“Katanya sebelum Natal dan tahun baru 2017, Bankeu sudah turun dan pembangunan jalan lingkar bisa dikerjakan. Tapi sampai sekarang malah tidak ada kejelasan, jangan sampai bupati hanya memberikan angin surga saja kepada warga,” ujar Endu, warga Desa Cipayung Datar kepada Media ini.

Endu pun merasa kasihan dengan para kepala desa yang sudah melakukan pembangunan, seperti membangun tembok penahan tanah (TPT) disetiap titik jalan yang berada diatas tebing agar tidak terjadi longsor maupun pembangunan lainnya.

“Karena dijanjikan dana bantuan cair secepatnya, jadi para kepala desa ngutang dulu bahan material. Kasihan para kepala desa, jadi korban,” paparnya.

Para kepala desa yang wilayahnya dilintasi pembangunan jalan lingkar utara, membenarkan adanya pembangunan jalan yang dikerjakan warga dengan cara mengutang bahan material ke toko bangunan di wilayahnya.

“Saya pusing, ditagih terus sama pemilik toko bangunan karena belum bayar bahan material. Tahu dana Bankeu tidak jelas seperti ini, mana mungkin saya mau ngutang dulu bahan material,” kesal salah seorang kepala desa.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan, Eko Sulistianto mengaku, pihaknya sedang berupaya agar dana Bankeu untuk membangun akses jalan lingkar utara itu, segera ada kepastian pencairan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Informasinya sih kenapa dana Bankeu tidak cair di tahun 2017, karena ada desa yang menerima dana bantuan sama, tapi ada masalah. Akhirnya, berimbas kepada pencairan Bankeu ke empat desa itu,” jelasnya.

Eko menambahkan, untuk membuka akses jalan alternatif lingkar utara yang memiliki panjang sekitar 5,8 kilo meter dengan lebar kurang lebih 5 meter, pihaknya mengajukan Bankeu sebesar Rp.6,5 miliar.

“Setiap desa berbeda menerima bantuannya, itu dilihat dari panjang jalan yang akan dibangun. Saya sih berharap secepatnya Bankeu cair agar pembangunan bisa dilaksanakan,” tukasnya. (ris)