JAWA BARAT

Belasan Peneliti Gelar FGD, Sentul City Menuju Kota Ramah Air 

Jawakini.com, Sentul – Belasan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia, bekerjasama dengan Monash University Melbourne Australia menggelar focus group discussion (FGD) water sensitive city training, di Sentul City, Bogor, Selasa (9/1/2018). Kegiatan ini didukung penuh PT Sentul City Tbk di mana pihak Sentul City berencana akan mewujudkan kawasan kota mandiri yang ramah air.

Salah satu narasumber FGD yang juga peneliti asal IPB, Prof. Hadi Susilo Arifin, mengatakan, FGD ini merupakan kelanjutan dari FGD sebelumnya pada November 2017. “FGD dan penelitian ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dan sinergi pentahelix atau lima pihak, ABGCM, akademisi, bisnis, goverment (pemerintah), comnunity (komunitas), dan media,” katanya.

Karena ini FGD, kata Hadi, maka penelitian mengenai manajemen kota ramah air ini masih dalam tahap penelitian, belum sampai pada tahap diseminasi atau kesimpulan. “Melalui FGD ini kami semua pihak membahas masalah dan solusinya, berbagai pandangan, benchmarking (kondisi saat ini), dan visioning (bagaimana ke depannya). “Pada November 2018 nanti kami akan workshop lagi. Nanti visioningnya baru ketahuan,” ujarnya.

Hadi menjelaskan pula, penelitian manajemen air menuju kita ramah air ini dilakukan di Kota Cibinong yang dibangun oleh pemerintah dan Sentul City yang dibangun oleh urban developer atau pengembang. Lokasi ketiga di Kota Bogor namun lebih ke permukiman yakni di Griya Katulampa dan Pulo Geulis.

“Untuk mewujudkan kota ramah air perlu adanya masyarakat yang care, didukung oleh pemerintah dengan adanya perencanaan dan kebijakan. Diharapkan nantinya kalau sudah menjadi suatu gerakan maka akan lahir kebijakan Ruang Terbuka Biru, jadi bukan hanya Ruang Terbuka Hijau,” papar dia.

Ario Danu Ario Danu, Head of Corporate Communication PT Sentul City Tbk, menambahkan, FGD ini diharapkan berkembang dan menjadikan panduan baku dalam mengembangkan konsep kota ramah air dan ini bisa menjadi benchmarked bagi pengembang lain yang wajib menjaga ekosistem dan sustainable.

Sementara itu, Chef Project Officer Sentul City Recky Kinanto Teh, mengaku gembira bisa bekerjasama dengan IPB untuk bisa melihat dari sisi akademisi ide-ide yang bisa diimplementasikan di Sentul City. “Sentul City memang mau jadi model kota mandiri yang ramah air,” katanya.

Jonni Kawaldi Hasibuan selaku Town Manajemen Sentul City sekaligus Presdir dari anak usaha PT Sukaputra Graha Cemerlang, menambahkan, selain menggunakan suplai air dari PDAM Sentul City sendiri saat ini sedang mengembangkan proyek pengelolaan air secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan air penghuni Sentul City.

“Saat ini kapasitas air di Sentul City hanya 100 liter per detik. Nanti kalau proyek pengelolaan air selesai bisa menambah kapasitas menjadi 200 liter per detik,” katanya.

Proyek pengelolaan air secara mandiri ini, kata Jonni, masih dalam tahap feasibility study (FS). Sentul City akan memanfaatkan aliran air sungai sebagai air baku yang diolah melalui water treatment plan (WTP). “Target kami tahun ini harus selesai karena potensi kebutuhan air di Sentul City sangat besar apalagi ke depan akan hadir pusat-pusat komersil baru yang saat ini sedang dibangun,” imbuhnya. (cep/dns)