PILKADA

Duet DM Sepakat Bangun Jabar, di Bogor JA Tunggu Wakil

Jawakini.com, Bogor – Pasca Surat Keputusan (SK) DPP Golkar terhadap Ridwan Kamil (RK) dianulir, kini Golkar telah resmi menugaskan Dedi Mulyadi (DM) untuk menjadi Calon Gubernur (Cagub) atau Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat periode 2018-2023. 

Bahkan berselang kurang dari sejam usai mendapatkan SK DPP, DM yang saat ini menjadi Ketua DPD Golkar Jabar langsung menjalin kesepakatan untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat. Artinya, DM positif berduet dengan Deddy Mizwar (DM) yang diusung Demokrat di Pilkada Jabar 27 Juni 2018.

Namun sampai Kamis (28/12/2017), belum ditetapkan duet DM ini siapakah yang menjadi nomor 1 dan nomor 2. “Kita bentuk koalisi ‘Sajajar’ tidak ada perbedaan, baik menjadi gubernur maupun wakil gubernur. Yang pasti, nanti gubernurnya DM wakil gubernurnya DM. Kita setara karena tujuannya sama dalam membangun Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi, Rabu malam (27/12/2017).

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Ade Barkah, mengatakan bahwa penentuan untuk siapa menjadi nomor 1 dan nomor 2 akan ditentukan pada waktu akan datang. “Tunggu saja tanggal 9 Januari 2018 kami akan umumkan siapa calon gubernur dan wakilnya‎. Yang pasti, inisialnya DM-DM, atau DM kuadrat,” ucapnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar,‎ Irfan Suryanagara, mengatakan, bergabungnya Partai Demokrat dan Partai Golkar merupakan jodoh yang sudah ditakdirkan. “Kami tak punya plan A atau B, tapi yang pasti ini sudah ada yang mengaturnya. Kami sudah sepakat untuk mengarungi perpolitikan Pilgub Jawa Barat 2018-2023. Kami mohon doanya dari seluruh masyarakat Jawa Barat mudah-mudahan kebersamaan ini jadi barokah bagi masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Golkar Tetap Usung Jaro Ade

Dengan bergantinya tampuk pimpinan Ketum DPP Partai Golkar dari Setya Novanto kepada Airlangga Hartarto tak mengubah posisi SK DPP Golkar terhadap Calon Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade. Meski, sebelumnya sempat digembar-gembor SK DPP bakal berubah dan jatuh kepada Ilham Permana – seperti dispekulasikan Balad Karya yang mengusung Ade Munawaroh Yasin.

Malah informasi yang beredar, Jaro Ade pada Rabu (27/12/2017) sudah mendapatkan SK dari DPP Golkar pimpinan Airlangga dan dipastikan mendapat tiket untuk maju sebagai balon bupati, meskipun DPP memberi tenggat waktu hingga 5 Januari 2018 untuk memilih wakilnya. 

“Jaro Ade telah mendapat privilege langsung dari ketua umum untuk dicalonkan sebagai bupati dari Golkar di Pilbup Bogor 2018. Namun dia harus menentukan wakilnya sampai batas waktu 5 Januari 2018. Keputusan ini harus disikapi serius Jaro Ade,” ujar sumber yang tak mau diungkap identitasnya. 

Jaro Ade mengatakan, hasil dari keputusan DPP Partai Golkar yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen DPP Golkar haruslah dipatuhi oleh seluruh elemen partai. Terlebih, untuk rekomendasi kepada Dedi Mulyadi memang tidak pernah berubah dari seluruh DPD II Partai Golkar se-Jawa Barat.

“SK ini akan kami sosialisasikan langsung hingga ke seluruh pengurus partai di tingkat paling bawah. Dan semoga bisa semakin mensolidkan seluruh kader Partai Golkar di Jawa Barat,” ucap Jaro Ade.

Menurutnya, dari hasil rapat konsolidasi ini tidak ada perubahan untuk rekomendasi calon kepala daerah di seluruh Jawa Barat. 

“Untuk tingkat II di Jawa Barat semua masih sama dan tidak ada yang berubah, dan bagi para calon yang belum memberikan nama untuk wakilnya, harus segera menyetorkan namanya ke DPP Partai Golkar,” tukasnya 

“Kami selaku kader partai harus mengamankan dan mensosialisasikan atas keluarnya rekom ke kang DM. Sekaligus kader golkar harus bekerja untuk memenangkan calon bupati atau walikota dan gubernur dari Partai Golkar. Yang jelas kami selalu fatsun terhadap keputusan DPP Partai Golkar,” tegasnya. (cep)