OPINI

Regulasi Dana Praktek Melalui Teaching Factory

Oleh : Alfi Fauziati

ORIENTASI pendidikan kejuruan (SMK) adalah terciptanya lulusan yang siap bekerja. Hal ini menuntut pembelajaran SMK mampu memberikan kompetensi keahlian sesuai dengan yang di butuhkan DUDI. Salah satu metode pembelajaran yang bisa diterapkan di pendidikan kejuruan (SMK) adalah teaching factory.

Teaching factory merupakan pembelajaran yang berorientasi pada produk dan bisnis. Pembelajaran melalui teaching factory (TEFA) adalah proses penguasaan keahlian atau ketrampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan strandar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen.

Ada 4 prinsip dalam pembelajaran teaching factory (TEFA) yaitu :

1. Pengintegrasian pengalaman dunia kerja kedalam kurikulum sekolah.

2. Semua peralatan dan bahan serta perilaku pendidikan disusun dan dirancang untuk melakukan proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang berupa barang atau jasa.

3. Perpaduan dari pembelajaran berbasis produksi dan pembelajaran kompetensi. Kapasitas produksi dan jenis produk menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.

4. Sekolah melaksanakan kegiatan produksi atau layanan jasa merupakan dalam proses pbm.

Mengacu pada prinsip dalam pembelajaran teaching factory dapat disimpulkan bahwa pengaplikasian pembelajaran melalui teaching factory merupakan menghadirkan replika industri dalam sekolah. Sehingga diharapkan dengan melalui pembelajaran teaching factory peserta didik benar-bener merasakan seperti di industri sungguhan. Baik dalam lingkungan kerja, proses atau tahapan dalam produksi, peralatan untuk proses produksi.

Untuk bisa menerapkan pembelajaran melalui teaching factory dibutuhkan pembiayan yang tidak sedikit. Hal tersebut dikarenakan sekolah harus mampu menghadirkan replika industri dalam sekolah. Replika industri ini terkait dengan pemenuhan sarana dan prasarana sesuai dengan industri sungguha. Sekolah harus membangun tempat yang representatif dan juga memenuhi peralatan sesuai dengan industri. Tentu saja hal ini akan sangat memberatkan bagi sekolah baru atau sekolah yang baru berkembang. Tetapi kalau bisa disiasati pelaksanaan pembelajaran melalui teaching factory dapat membantu sekolah baru atau sekolah yang baru berkembang.

Tentu saja pelaksanaannya tidak sepenuhnya ideal sesuai dengan konsep pembelajaran teaching factory. Fokus dari pembelajaran melalui teaching factory adalah menghasilkan produk baik dalam bentuk barang atau jasa. Hal inilah yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah baru atau sekolah berkembang terutama untuk regulasi dana praktek yang ada.

Mengapa hal ini dapat dilakukan?

Fokus dari pembelajaran melalui teaching factory adalah menghasilkan produk dan pelaksanaan kegiatan produksi atau layanan jasa termasuk dalam kegiatan PBM. Dalam pendidikan kejuruan (SMK) pembelajaran praktek merupakan hal yang harus dilakukan karena pembelajaran di SMK adalah 30 % pembelajaran teori dan 70% pembelajaran praktek.

Dengan kata lain dengan atau tanpa penerapan metode pembelajaran teaching factory pembelajaran praktek tidak mungkin dihindarkan dalam pendidikan kejuruan. Hal inilah yang dapat disiasati oleh sekolah baru atau sekolah kejuruan untuk dapat melakukan regulasi dana praktek. Dari hasil kegiatan produksi atau layanan jasa yang dilakukan sekolah barang dan jasa yang dihasilkan harus dapat dipasarkan pada masyarakat luas.

Tentu saja harga yang dipatok tidak harus mendatangkan keuntungan bagi sekolah tapi merupakan harga modal atau bahkan setengah dari harga modal produksi. Itu dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat laku di pasar. Dengan demikian hasil praktek yang merupakan produk dari teaching factory tidak mengendap di gudang sekolah dan hasil penjualan dapat dijadikan regulasi dana praktek sekolah.

Dengan demikian tujuan dari pembelajaran teaching factory dapat terwujud, dimana peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan produksi dan juga kegiatan pemaasaran. Sehingga dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dan regulasi dana praktek dapat dilakukan sekolah. Adanya regulasi dana praktek diharapkan sekolah dapat memenuhi peralatan praktek dengan standar industri sehingga konsep pembelajaran teaching factory akan dapat dilaksanakan dengan ideal dengan menghadirkan replika industri di sekolah.

Alfi Fauziati, Adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Vokasi, Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta.