NASIONAL

PDAM Tirta Pakuan Tegur Pelaksana Proyek Asal-Asalan

Jawakini.com, Bogor – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat Rp45 miliar. DAK tersebut digunakan untuk pembangunan saluran pipanisasi air minum (SPAM) dan reservoar Katulampa.

Pada praktiknya, pekerjaan SPAM yang dilaksanakan oleh pemenang tender PT Indobangun Megatama tersebut banyak menuai kritikan masyarakat. Sebab kondisi jalan di sepanjang jalur penanaman pipa yang berlokasi di kawasan Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, rusak berat ditambah tidak terpasangnya papan nama pekerjaan.

Terkait hal itu, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H. Deni Surya Senjaya, memaparkan, bahwa sesuai dengan mekanismenya anggaran DAK tersebut diturunkan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) dan dilelangkan melalui Unit Layanan dan Pengadaan (ULP).

“Sementara pimpinan proyek berada di tangan Dinas Perumahan dan Permukiman atau Wasbangkim. PDAM Tirta Pakuan hanya memberikan desain pekerjaan, membantu mengawasi pekerjaan, dan sebagai penerima aset. Jadi sebetulnya segala yang terkait pekerjaan pelaksana itu bisa ditanyakan ke Wasbangkim,” katanya ke hadapan puluhan awak media, Rabu (5/3/2017).

Meski berada di bawah kewenangan Wasbangkim, PDAM tidak tinggal diam apabila menemukan pekerjaan pelaksana yang asal-asalan. “PDAM pernah menegur pelaksana yang bekerja asal-asalan dan kami juga mengancam tidak akan meneken akhir proyek karena kami pernah menemukan pipa tidak dibungkus dengan beton. PDAM siap membantu pengawasan. PDAM juga sudah sosialisasi kepada warga Pasir Angin dan Cibanon termasuk menempuh UKL/UPL,” jelasnya.

H. Deni mengatakan, proyek SPAM tersebut ditarget selama dua tahun dan diharapkan awal 2018 sudah terbangun. “Panjang pipa 1.000 meter lebih dan berkapasitas 5.000 meter kubik. SPAM ini untuk mengatasi suplai air di zona 4 kawasan Katulampa. Nanti bisa 24 jam melayani pelanggan dengan debit yang cukup,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa proyek SPAM tersebut diharapkan dapat membantu pencapaian target 100 persen pelayanan pada tahun 2019 mendatang. “Selain itu, dari sisi pelayanan manajemen kepada pelanggan juga terus kami tingkatkan. Di mana saat ini kami memiliki aturan rasio 1.000 pelanggan harus dilayani 3 pegawai,” imbuhnya. (yud/dns)