NASIONAL

Jokowi Prihatin Kurangnya Anak Muda Tidak Memahami Jati Diri Bangsa

Jokowi Prihatin Kurangnya Anak Muda Tidak Memahami Jati Diri Bangsa.

Jawakini.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku prihatin dengan mulai hilangnya nilai-nilai khas Bangsa Indonesia yang penuh santun dan bersahaja di kalangan muda-mudi dewasa ini.

Nilai yang dimaksud oleh Jokowi ialah mengenai jati diri bangsa, budi pekerti, kesantunan, semangat juang, dan juga keagamaan. “Nilai-nilai itulah yang sekarang ini kita merasa kehilangan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk diestafetkan kepada generasi yang akan datang,” ujar Jokowi, saat menghadiri acara peringatan 90 Tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, di Jawa Timur.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo berpesan agar setiap generasi mengestafetkan nilai-nilai positif kepada para generasi setelahnya.

“Coba kita lihat bagaimana di media sosial itu saling menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina, mengolok-olok. Apakah itu nilai-nilai Indonesia? Jawaban saya bukan,” tegas, Jokowi, dalam rilis yang diterima oleh wartawan.

Lebih lanjut, dalam preas rilisnya, yang diterima, Jokowi mengakui sering membaca komentar-komentar masyarakat di suatu pemberitaan media online. Di sana pun Presiden merasa sedih karena menemukan komentar para pembaca yang juga saling menghujat.

“Sedih kalau kita baca komentar-komentar saling hujat di situ. Saling memaki dengan perkataan yang saya yakin itu bukan nilai-nilai kita. Ada nilai-nilai lain yang tidak sadar masuk menginfiltrasi kita dan itulah yang akan menghilangkan karakter, identitas, dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya. (den/hlj)