BANTEN

Dituntut Tanggung Jawab Ribuan Pasien, RSIA Mutiara Bunda Pasrah

Warga Tuntut Tanggung Jawab RSIA Mutiara Bunda

Jawakini.com, Ciledug – Orang tua yang telah memvaksin anak-anaknya ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mutiara Bunda Tangerang sejak tahun 2014 menuntut pertanggung jawaban pihak rumah sakit. Robert, salah seorang warga mengaku, selama ini kedua anaknya divaksin di rumah sakit yang berlokasi di Jalan H Mencong, Kelurahan Paninggilan Selatan, Kecamatan Ciledug Kota Tangerang.

Kini, ia meminta rumah sakit untuk segera melakukan medical check-up guna memastikan anaknya tidak menerima vaksin palsu. “Saya mau kepastian rumah sakit, kapan medical check-up dilaksanakan. Jangan bertele-tele,” tegasnya, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Sementara itu, Santi (35) salah seorang Ibu yg mengaku anaknya berusia dibawah lima tahun telah menerima vaksin palsu, mengatakan bahwa dia tidak setuju jika hanya dilakukan vaksinasi ulang, melainkan harus ada terlebih dahulu general cek-up bagi anak anak atau siapapun yg telah menerima vaksin tersebut oleh dokter yg disediakan pemerintah bukan dokter RSIA Mutiara Bunda.

“Pasien penerima vaksin, harus di general cek-up seluruh tubuhnya, agar diketahui dampak dari pemberian vaksin itu, baru kemudian di lakukan vaksinasi ulang, saya tidak setuju vaksinasi ulang di selenggarakan oleh Rumah Sakit. Tapi harus di selenggarakan oleh pemerintah di Puskesmas, kami sudah tidak percaya dengan RSIA Mutiara Bunda,” tandasnya di lokasi Rumah Sakit, Senin (18/7/2016)

Pernyataan Santi ini mendapat respon dukungan dari ratusan keluarga korban yg memadati lokasi konferensi pers tersebut. Merasa
Mendapat desakan dari massa, untuk menggelar general cek-up bagi pasien korban penerima vaksin palsu, maka pihak RS langsung meresponnya.

“Kita tidak tau Bahwa vaksin yg kami beli dari suplier itu palsu, kami baru menggunakan vaksin itu yg dibeli dari Suplier PT AKA, pada bulan Juni 2016. Sebelumnya jika stok dari Bio Farma habis, kami membeli vaksin dari Sunarto suplier vaksin perseorangan,” ungkap Humas RSIA Mutiara Bunda, Taufik Nugraha.

Saat ini kata Taufik, pihaknya telah diperintahkan oleh Kemenkes RI, untuk menyampaikan data pasien penerima vaksin tripasel dari mulai tahun 2014 dan baru diketahui baru Juni 2016. Karena baru membeli vaksin dari suplier PT AKA. Sebelumnya pihak Rumah Sakit mengaku membeli dari Sunarto suplier vaksin perseorangan.

Atas desakan oleh sejumlah pasien korban vaksin palsu, maka pihak Rumah sakitpun akhirnya bersedia untuk melakukan general check up seluruh pasien palsu yg pernah melakukan vaksinasi di tempatnya,

“Di minggu pertama Bulan Agustus 2016, kami bersedia melakukan general check up seluruh pasien korban vaksin palsu,” tandasnya.

Saat kejadian tersebut, pihak rumah sakit terus berdialog dengan ribuan warga didampingi oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Bahkan acara konfrensi pers itu juga dikawal oleh puluhan petugas dari kepolisian dan Kodim setempat. (chy/hlt)