JAWA BARAT

Unjuk Komitmen dan Keteladanan, Korps BNN Dites Urine

Jawakini.com, Caringin – Ratusan pegawai hingga jajaran pejabat di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat maupun daerah dites urine. Hal ini sebagai bagian dari komitmen BNN dan ingin menunjukkan bahwa BNN clear and clean dari narkoba.

Seperti dikutip Hallobogor.com, pelaksanaan tes urine secara dadakan ini dilaksanakan di sela-sela acara pembukaan Musyawarah Perencanaan (Musren) BNN 2016 di Kinasih Resort, Jalan Raya Mayjen HE Sukma (Bocimi), Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (31/5/2016). Musren ini akan berlangsung hingga Kamis (2/6/2016).

Kepala BNN, Komjen pol Budi Waseso, usai membuka acara mengatakan, bahwa BNN memegang komitmen kuat untuk memberantas narkoba di Indonesia. Sehingga seluruh korps BNN harus clear and clean dari narkoba.

“Pelaksanaan tes urine ini sebagai bentuk komitmen kami dan ingin memberi contoh bagi masyarakat untuk bersih dari narkoba. Karena BNN juga manusia biasa,” katanya.

Hal senada ditegaskan Kepala Biro Perencanaan BNN, Agus Sudajat. “Ini bagian dari komitmen. BNN harus bersih dari narkoba. Kami juga ingin menunjukkan bahwa BNN bersih dari narkoba. Ke depan pengawasan terutama di daerah akan terus ditingkatkan dan sebetulnya tes urine terhadap pegawai BNN ini sudah berjalan lama tapi akan terus dilaksanakan secara intensif dan dilakukan dadakan,” katanya.

Agus menandaskan, BNN tak ingin merekayasa dengan kegiatan tes urine tersebut. “Kalau misalnya nanti hasilnya diitemukan ada pegawai BNN yang positif narkiba, kami tak ada toleransi,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa selama ini tidak sedikit godaan maupun iming-iming terhadap BNN bahkan secara sistimatis. “Tapi BNN harus profesional. Ketika jadi BNN harus siap,” tukasnya didampingi Kabag Humas BNN, Slamet Pribadi.

Kabag Umum dan Humas BNN Provinsi Bengkulu, M. Noor Said, menambahkan, tes urine pegawai BMM untuk memberikan contoh positif kepada masyarakat. “Hasilnya positif atau negatif pasti diumumkan. Tapi selama ini positif,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputy Pemberantasan BNN, Arman Depari, mengungkapkan, kondisi Indonesia saat ini darurat narkoba. ” Narkoba sudah jadi penyakit di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Dikemukakannya, hasil penelitian BNN estimasi kerugian ekonomi akibat narkoba di Indonesia selama tahun 2014 mencapai Rp63,1 triliun. “Bahkan ada yang survei angkanya mencapai Rp151 triliun. Belum lagi bentuk kerugian lain dan dimungkinkan ada generasi yang hilang akibat narkoba,” jelasnya.

Musren ini akan menghasilkan rancangan rencana kerja (renja) BNN tahun 2017. Musren diikuti 255 orang terdiri dari pimpinan unit organisasi eselon I, II, III, dan staf perencanaan bidang teknis serta pendukung baik di tingkat pusat maupun daerah (BNNP/BNNK).

Kegiatan tahunan ini menjadi sebuah forum antarpelaku perencana untuk mengkristalisasi rancangan ranja seluruh unit organisasi di lingkungan BNN yang fokus dalam penajaman program P4GN. Dengan Musren diharapkan adanya sinergi serta integrasi perencanaan antarprogram semua unit di BNN sehingga dapat mendukung dalam pencspaian target dan sasaran BNN.(cep)

Jawakini | Sumpah Pemuda

Jawakini | Dirgahayu TNI

Jawakini | Media Digital Terkini

Jawakini | Media Digital Terkini

POPULAR POST

NASIONAL

SPORT

ENTERTAINMENT