CAGAR BUDAYA

Penggalian Candi Pemujaan Hindu Aliran Shiwaisme di Giriroto Boyolali Akan Berakhir Besok

Jawakini.com, Boyolali – Penggalian situs di Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, yang telah dilakukan Tim BPCB Jawa Tengah sejak Selasa(4/4) lalu, akan diakhiri pada besok hari jum’at (8/4).

Dari hasil penggalian situs di Giriroto, Tim BPCB Jawa Tengah telah menemukan tiga arca dan dua candi berukuran 4×4 meter dan 5×5 meter. Ketiga arca yang ditemukan sejak penggalian dilakukan ialah arca Mahakala, arca Nadiswara dan yang satu lagi arca yang belum dapat di indentifikasikan tim BPCB Jawa Tengah.

Keberadaan situs di Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, menurut ketua tim penyelamatan BPCB Jawa Tengah, Mohammad Junawan mengatakan, Situs di Gitiroto tersebut diprediksi sebuah candi pemujaan hindu aliran shiwaisme yang keberadaannya diperkirakan sejak 10 abad lalu.

“Dalam penggalian situs di Giriroto sejak selasa kemarin akan diakhiri pada besok jum’at. Alasan penggalian dihentikan karena BPCB Jawa Tengah, telah mendapatkan bukti – bukti yang cukup untuk ditindak lanjuti pada penggalian berikutnya. Dalam penggalian selama empat hari, kami telah dapat memprediksi keberadaan sebuah candi pemujaan hindu aliran shiwaisme dan menemukan tiga arca. Dua arca sudah dapat kami ketahui yaitu arca mahakala dan nadiswara, serta arca satu lagi masih kami teliti,” ungkap, Staf penyelamatan BPCB Jawa Tengah, M. Junawan kepada Hallojateng.com, kamis (7/8).

Selain itu, Muhammad Junawa menjelaskan, ketiga arca yang telah ditemukan selama penggalian dilakukan, pihaknya membeberkan keberadaan dua arca sudah berada di BPCB Jawa Tengah, serta satu arca masih berada di Balai desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

Disisilain, Kepala desa Giriroto, Purwanto berharap, keberadaan situs yang telah ditemukan sebuah arca dan candi di Giriroto, semoga dapat diwujudkan sebagai desa wisata untuk edukasi, pungkasnya. (dmtn)