BISNIS EKBIS EKONOMI Uncategorized

Telat Bayar SPP, SMK Mandala Larang Siswa Ulangan

Jawakini.com, Leuwiliang – Puluhan siswa SMK Mandala kelas 12 terpaksa tertunda mengikuti tes ujian semester yang kini sedang berlangsung. Hal tersebut lantaran pihak sekolah yang berlokasi di Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor tersebut, melarang siswa mengikuti aktivitas akibat telat membayar uang iuran bulanan.

Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak disebut, mengungkapkan, dirinya sempat heran melihat anaknya yang saat itu tiba-tiba pulang cepat dari sekolah, padahal waktu yang bersamaan sedang berlangsung ulangan semester.

“Ketika ditanya, anak saya bercerita disuruh pulang oleh pihak sekolah karena belum membayar SPP, ” ungkapnya, seperti dikutip Hallobogor.com.

Diakuinya, dirinya memang belum bisa membayar iuran karena keterbatasan biaya. Akan tetapi dirinya prihatin karena pihak sekolah tidak memberikan kebijaksanaan.

“Karena takut anaknya tidak ujian, saya sempat bingung dan pontang-panting mencari pinjeman uang agar pelajaran anak tidak terganggu,” keluhnya.

Sementara Kepala Sekolah, Ika, ketika dikonfirmasi menepis jika sebenarnya pihak sekolah hanya ingin bersilaturahmi dan mengenal lebih dekat dengan para orangtua yang memang terganjal administrasi sekolah, sehingga jika ada kendala pihak sekolah bisa membantu meringankan.

“Yang terpenting orangtua siswa yang bersangkutan mau datang ke sekolah,” kilah Ika kepada Hallobogor.com Kamis (24/3/2016).

Perlu diketahui, lanjut Ika, ini dilakukan pihaknya karena mendapati beberapa siswa pernah tidak menyampaikan uang administrasi yang telah diberikan orangtuanya. “Ini antisipasi pihak kami agar tidak terulang,” tambahnya.

Dibeberkan Ika, sebelumnya sudah ada sosialisai terhadap orangtua murid dan telah disampaikan ketika rapat di sekolah.

“Mungkin itu yang bersangkutan tidak datang waktu saya undang. Maka saya berharap terhadap orangtua murid yang masih kurang mengerti, datang langsung ke sekolah supaya jelas kebenarannya seperti apa,” katanya. (arf/eco)