GAGASAN Uncategorized

Pentingnya Kehadiran Dirut Freeport di Sidang MKD, Sebagai Saksi Kunci

 

unnamed-4

Jakarta – Mahkamah Kehormatan Dewan akan menghadirkan Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dalam sidang lanjutan kasus Ketua DPR Setya Novanto. Maroef disebut saksi kunci masalah ini.

Seperti dikutip Radarpolitik.com, anggota MKD dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan, Maroef diduga hadir dalam pertemuan dengan Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid. Ia juga yang merekam pembicaraan dalam pertemuan itu.

“Yang penting ini saksi Maroef yang mengalami, mendengar sendiri tentang peristiwa kejadian itu. (Maroef) saksi yang sangat penting,” kata Sarifuddin di DPR, Jakarta, Kamis (3/12).

Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid dengan Direkrut Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin ke MKD pada 16 November. Ia juga menyerahkan bukti pertemuan berupa rekaman pembicaraan selama 11 menit.

Dalam pertemuan itu, Novanto diduga meminta saham ke PT FI dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Menurut Sudirman, pertemuan itu tidak patut terjadi karena saat ini Freeport sedang bernegosiasi dengan pemerintah terkait perpanjangan kontrak karya yang akan berakhir pada 2021.

Kemarin, MKD mendengar keterangan Sudirman. Siang ini, MKD dijadwalkan memeriksa Maroef dan Riza. “Kami akan menggali (ke Maroef) dalam kaitan untuk meminta saham,” ujar Sudding.

Sementara itu, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD juga ikut berkomentar soal sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Karena Maroef Sjamsoeddin, selaku Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dianggap sebagai saksi kunci dalam kasus tersebut. Maroef sendiri berada dalam rekaman yang berdurasi kurang lebih dua jam tersebut.

“Setelah mendengar rekaman, ternyata pelanggaran etik dan hukumnya jauh lebih serius daripada yang didugakan selama ini. Tega benar khianati rakyat,” cuit Mahfud lewat akun Twitternya, @mohmafudmd.

Maroef ditengarai yang merekam pembicaraan antara dirinya, Setya Novanto, dan Muhammad Riza Chalid. Menurut Mahfud, jika Maroef mengakui bahwa perbincangan dalam rekaman tersebut benar adanya, maka pelanggaran tersebut seharusnya sudah terjadi. MKD pun tak perlu repot berlama-lama menentukan sikap.

“Yang merekam pertemuan itu Maroef, jadi kalau Maroef bilang itu benar, MKD tidak perlu berpanjang-panjang (sidang). Pelanggaran etika sudah terjadi,” jelasnya.

Rencananya, hari ini Kamis (3/12), mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut bakal diperiksa di MKD. Ia juga bakal diminta untuk membawa rekaman asli percakapan tersebut. “Untuk pastikan, sama tidak dengan yang kita putar hari ini,” ujar Wakil Ketua MKD, Junimart Girsang seusai sidang tadi.

Diketahui, sidang perdana MKD kemarin mendatangkan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Sudirman Said. Rekaman perbincangan juga telah diputar dalam sidang yang selesai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut. (ded/rdp)